95 Kata-Kata Bijak Ali bin Abi Thalib Tentang Kehidupan, Bikin Terenyuh #2
95 Kata-Kata Bijak Ali bin Abi Thalib Tentang Kehidupan, Bikin Terenyuh #2
Source : dream.co.id
" Jangan gunakan ketajaman kata-katamu pada ibumu yang mengajarimu cara berbicara" .
" Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak" .
" Barang siapa menyalakan api fitnah, maka dia sendiri yang akan menjadi bahan bakarnya" .
" Balas dendam terbaik adalah menjadikan dirimu lebih baik" .
" Kemarahan dimulai dengan kegilaan dan berakhir dengan penyesalan" .
" Jangan membenci siapapun, tidak peduli berapa banyak mereka bersalah padamu."
" Jangan menganggap diamnya seseorang sebagai sikap sombongnya, bisa jadi dia sedang sibuk bertengkar dengan dirinya sendiri" .
" Diberkatilah dia yang kesalahannya sendiri mampu mencegahnya dari melihat kesalahan orang lain" .
" Jangan melibatkan hatimu dalam kesedihan atas masa lalu atau kamu tidak akan siap untuk apa yang akan datang" .
" Orang yang berdoa tanpa beramal sama halnya seperti pemanah tanpa busur" .
" Bila sikap lemah lembut hanya mengakibatkan timbulnya kekerasan maka kekerasan adalah suatu bentuk kelembutan hati" .
" Orang yang terlalu memikirkan akibat dari sesuatu keputusan atau tindakan, sampai kapan pun dia tidak akan menjadi orang berani" .
" Kesempatan datang bagai awan berlalu. Pergunakanlah ketika ia nampak di hadapanmu" .
" Tetaplah berhubungan dengan orang-orang yang telah melupakanmu, dan ampuni yang bersalah padamu" .
" Jadilah orang yang dermawan, tapi jangan menjadi pemboros. Jadilah orang yang hidup sederhana, tetapi jangan menjadi orang yang kikir" .
" Sebagian obat justru menjadi penyebab datangnya penyakit, sebagaimana sesuatu yang menyakitkan adakalanya menjadi obat penyembuh" .
" Harta itu kurang apabila dibelanjakan tapi ilmu bertambah bila dibelanjakan" .
" Pekerjaan tangan yang paling sederhana sekalipun demi mempertahankan harga diri seseorang, jauh lebih utama daripada kekayaan yang disertai penyelewengan" .
" Hiburlah hatimu, siramilah ia dengan percikan hikmah. Seperti halnya fisik, hati juga merasakan letih" .
" Berbahagialah orang yang dapat menjadi tuan bagi dirinya, menjadi pemandu untuk nafsunya, dan menjadi kapten untuk bahtera hidupnya" .
" Jadilah seperti bunga yang memberikan keharuman bahkan kepada tangan yang telah merusaknya" .
" Tubuh dibersihkan dengan air. Jiwa dibersihkan dengan air mata. Akal dibersihkan dengan pengetahuan. Dan jiwa dibersihkan dengan cinta" .
" Telanlah amarahmu sebab kau tidak pernah menemukan minuman yang dapat meninggalkan rasa lebih manis dan lebih lezat daripada itu" .
" Jangan pernah membuat keputusan dalam kemarahan dan jangan pernah membuat janji dalam kebahagiaan" .
" Kezaliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang-orang jahat. Tapi, karena diamnya orang-orang baik"
" Orang yang suka berkata jujur mendapatkan tiga hal: kepercayaan, cinta dan rasa hormat" .
" Manusia yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu mencari teman. Namun, yang lebih lemah dari itu adalah orang yang mendapatkan banyak teman tetapi menyia-nyiakannya" .
" Tidak ada gunanya seorang penolong yang selalu menghina atau teman yang selalu berburuk sangka" .
" Bila kau cemas dan gelisah akan sesuatu, masuklah ke dalamnya sebab ketakutan menghadapinya lebih mengganggu daripada sesuatu yang kau takuti sendiri" .
" Kenali kebenaran, maka kamu akan tahu orang-orang yang benar. Benar tidak diukur oleh orang-orangnya, tetapi manusia diukur oleh kebenaran" .
" Janganlah engkau merasa senang dengan banyaknya teman, selama mereka bukan orang yang baik-baik. Sebab, kedudukan teman seperti api, sedikitnya adalah kenikmatan, sedangkan banyaknya adalah kebinasaan." - Ali bin Abi Thalib
" Janganlah engkau mengucapkan perkataan yang engkau sendiri tak suka mendengarnya jika orang lain mengucapkannya kepadamu." - Ali bin Abi Thalib
" Bergaulah dengan cara yang mengundang ratap-tangis orang bila kau meninggal dunia, dan tariklah simpati mereka selama engkau hidup bersama mereka." - Ali bin Abi Thalib
" Jangan menginginkan persahabatan orang yang tak menginginkannya darimu.” - Ali bin Abi Thalib
“ Lunakkan sikapmu terhadap saudaramu yang bersikap kasar. Yang demikian itu pasti akan memperlunak sikapnya terhadapmu.” - Ali bin Abi Thalib
“ Seorang yang benar-benar kawan karib ialah yang menjaga kepentinganmu dikala engkau sedang berada jauh darinya.” - Ali bin Abi Thalib
“ Manusia yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu mencari teman. Namun yang lebih lemah dari itu adalah orang yang mendapatkan banyak teman tetapi menyia-nyiakannya.” - Ali bin Abi Thalib
“ Jangan mengucapkan kata-kata yang menertawakan pribadi seseorang walaupun engkau hanya menirukan sesuatu yang dikatakan oleh orang lain.” - Ali bin Abi Thalib
“ Jangan membuat kecewa orang yang telah berbaik sangka terhadapmu, dan jangan melanggar hak saudaramu semata-mata disebabkan kau begitu yakin akan kuatnya hubungan dengannya. Seseorang yang selalu kau langgar haknya tidak akan rela menjadi saudaramu.” - Ali bin Abi Thalib
“ Seseorang tak patut disebut sebagai teman bila ia tak menjaga hak kawannya dalam tiga keadaan, ketika ia ditimpa bencana, ketika sedang bepergian jauh dan ketika ia meninggal dunia.” - Ali bin Abi Thalib
“ Tetaplah berhubungan dengan orang-orang yang telah melupakanmu, dan ampuni yang bersalah padamu.” - Ali bin Abi Thalib
“ Angan menjadikan musuh saudaramu sebagai kawanmu sehingga dengan begitu engkau telah memusuhi saudaramu sendiri.” - Ali bin Abi Thalib
“ Cintailah sahabatmu sampai ke suatu batas, krn mungkin ia akan berbalik menjadi musuhmu suatu hari kelak. Dan bencilah musuhmu hingga ke suatu batas krn mungkin kelak ia berbalik menjadi sahabatmu” - Ali bin Abi Thalib
“ Bertanyalah tentang kawan seperjalananmu sebelum bertanya tentang jalan yang akan kau lalui. Bertanyalah tentang calon tetanggamu sebelum bertanya tentang rumah yang akan kau diami.” - Ali bin Abi Thalib
“ Ucapan sahabat yang jujur lebih besar harganya daripada harta benda yang diwarisi nenek moyang.”- Ali bin Abi Thalib
Komentar
Posting Komentar